in

Apakah Anda Termasuk Kecanduan Film Porno Atau Tidak

Apakah Anda termasuk pria yang diam-diam di kantor sering mengakses situs khusus dewasa? Diam-diam rekan kerja mungkin menyebut orang yang suka membuka situs film porno sebagai kecanduan film porno atau (film blue).

Benarkah ada kasus kecanduan pornografi? Apakah kecanduan ini bisa diterapi seperti kecanduan rokok, alkohol dan narkoba?

Baca Juga : Manfaat Buah Sirsak Untuk Kesehatan

Bulan November 2004 sebuah panel ahli bersaksi di depan senat Amerika Serikat. Mereka bersaksi tentang produk adiktif yang dikonsumsi jutaan orang Amerika. Produk itu bukan alkohol atau rokok, melainkan produk pornografi.

Pornografi disebut menyebabkan efek beracun di otak dan dibandingkan dengan kokain. Satu psikolog dalam panel mengatakan eksposur yang lama terhadap pornografi menstimulasi pilihan penggambaran kelompok seks, praktik sadomasokis dan kontak seksual dengan binatang.

Baca Juga : Khasiat Cuka Sari Apel Untuk Darah Tinggi

Dulu untuk mengakses film porno, orang dewasa harus pergi keluar membeli majalah atau menyewa video. Toko yang menjual barang khusus dewasa tidak buka 24 jam dan tak mungkin pria menyimpan semua koleksi majalahnya di bawah kasur. Hal seperti itu membatasi kebiasaan orang mengakses pornografi.

Sekarang keadaan sudah berbeda. Saat ini sudah ada 420 juta situs internet dewasa yang bisa diakses kapan saja. Hanya dengan satu klik, akses film porno langsung didapat.

Baca Juga  Cara Mengatasi Insomnia Yang Menggangu Waktu Tidurmu

Baca Juga : Manfaat Buah Tomat Bagi Kesehatan

Konsumsi pornografi ini tentunya bukan tak menimbulkan masalah. Bentuknya bisa berupa tagihan kartu kredit yang membengkak, kekurangan tidur, meninggalkan tugas dan tanggung jawab di kantor dan mengabaikan pasangan dan anak-anak di rumah.

Meski begitu, Louanne Cole Weston, PhD tidak setuju bahwa pornografi adalah sebuah kecanduan. “Pornografi lebih cocok digolongkan perilaku kompulsif,” katanya.

Baca Juga : Manfaat Minum Kopi Yang Sangat Luar Biasa Perlu Di Ketahui

Perbedaan antara perilaku kompulsif dan adiksi itu tipis namun penting. Erick Janssen, PhD, seorang peneliti dari Kinsey Institute mengkritik penggunaaan kata kecanduan ketika membicarakan pornografi karena menurutnya, ini hanya menggambarkan orang-orang tertentu yang berperilaku seperti kecanduan. Namun mengobati perilaku itu dengan terapi kecanduan tidak akan menolong mereka.

Tidak sedikit orang mendiagnosa diri mereka menderita kecanduan pornografi setelah membaca buku populer, katanya. Namun tenaga ahli kesehatan mental tidak punya kriteria standar untuk mendiagnosa kecanduan pornografi.

Baca Juga : Cara Mengatasi Insomnia Yang Menggangu Waktu Tidurmu

Mary Anne Layden, PhD, psikolog dari University of Pennsylvania adalah satu dari saksi pada dengar pendapat Senat soal kecanduan pornografi. Ia mengatakan kriteria sama digunakan untuk mendiagnosa masalah seperti kecanduan judi dan obat terlarang dapat diterapkan untuk masalah pornografi.

“Terapis yang mengobati kecanduan pornografi mengatakan mereka berperilaku seperti penderita kecanduan lain,” katanya kepada situs WebMD.

Baca Juga  Manfaat Daun Sirih Bagi Wanita Dan Kesehatan

Baca Juga : 10 Gaya Hidup yang bisa Menangkal Depresi Atau Stres

Salah satu kunci kecanduan, tambahnya, adalah perkembangan toleransi terhadap zat kecanduan. Kecanduan obat membutuhkan dosis lebih besar untuk bisa teler. Ia mengatakan kecanduan pornografi membutuhkan lebih banyak dan materi lebih ekstrim untuk merasakan kadar kesenangan yang sama dengan saat pertama kali melihat pornografi.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Mandirisaja

Mandirisaja.com mencoba memberikan hal yang bermamfaat bagi penikmat pembaca artikel karena semakin banyak membaca ! ilmu pengetahuan otomatis semakin bertambah.

" Kasih saya masukan dan comentar yang bersifat positive"

mengobati bisul

6 Cara Ampuh Mengobati Bisul Yang Sudah Pecah

13 Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi Ibu Harus Tahu