Ini Loh Usia Yang Cocok Mengenalkan Bayi Olahraga

0 26

Bayi Olahraga sangat dianjurkan bagi kita pada semua jenjang usia. Jika olahraga sudah dilakukan sejak anak masih bayi,

Ada banyak manfaat kesehatan yang akan didapatnya. Antara lain, tubuh lebih kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Kemampuan motorik anak pun akan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya.

Tak hanya kesehatan fisik saja yang akan didapat, menurut para ahli, berolahraga juga mampu meningkatkan kekuatan mental anak.

Anak akan cenderung menjadi periang dan berani melakukan berbagai gerakan, serta mudah mengingat sesuatu karena terbiasa mengaktifkan saraf-saraf.

Yang paling penting, saat beraktivitas fisik, ciptakan suasana yang menyenangkan agar terekam di benak anak

Bahwa olahraga adalah sesuatu yang menyenangkan. Jika buah hati Anda menikmatinya, mereka akan terus dan terus melakukannya.

Ada bermacam-macam “olahraga” atau aktivitas fisik yang bisa diajarkan kepada buah hati Anda sebagai permainan sehari-hari sejak ia masih bayi.

Dari salah satu kepustakaan, Dr. dr. Ermita I. Ilyas, MS, AIFO dari Departemen Fisiologi Kedokteran, Universitas Indonesia, merangkumnya untuk Anda.

Usia Ideal Mengenalkan Bayi Olahraga

Bayi 0—2 tahun.

Lakukan latihan memegang. Posisi tubuh bergantung pada input visual. Hal ini akan melatih kemampuan motorik utamanya yang terkait refleks.

Beraktivitas fisik pada bayi tentunya seperti kita mengajaknya bermain bebas, tanpa aturan; tetapi tetap harus memperhatikan keamanan buah hati kita.

Lakukan aktivitas fisik seperti ini sebanyak mungkin. Misalnya, mengajaknya bertepuk tangan, melatihnya mengambil sesuatu, bergerak dengan iringan lagu.

Baca Juga : Cara Supaya Anak Cepat Jalan Sesuai Yang Di Harapkan

Anak usia 3—5 tahun.

Related Posts
1 of 3

Pada usia ini, perkembangan kemampuan motorik halus maupun motorik kasar si kecil masih sangat terbatas.

Kemampuannya untuk menyeimbangkan tubuh pun masih terbatas. Selain itu, perhatian anak masih mudah teralihkan dan responsnya masih sedikit.

Karena itu, anak pada usia ini dianjurkan untuk berolahraga ringan yang menekankan pada aspek permainan yang menggembirakan.

Contohnya: berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, melempar, atau menangkap. Beraktivitas fisik sambil bermain ini bisa dilakukan untuk jangka waktu 180 menit setiap hari yang dapat Anda bagi-bagi waktunya.

Anak usia 6—9 tahun.

Kemampuan motorik halus maupun kasar dan keseimbangan tubuh anak usia 6—9 tahun sudah lebih baik.

Karena itu, mereka sudah diperbolehkan melakukan olehraga berkompetisi. Anda perlu mengenalkan mereka pada gerakan-gerakan dasar, dengan aturan yang fleksibel, dan instruksi yang diberikan singkat saja.

Mereka bisa melakukan olahraga, antara lain, renang, lari, gimnastik, sepak bola, dan basket. Minimal mereka bisa melakukan olahraga atau aktivitas fisiknya sehari selama 60 menit.

Baca Juga : Hindari Unggah Foto Anak Anda Di Medsos Tidak Baik

Anak usia 10—12 tahun.

Kemampuan motorik anak-anak usia ini sudah lebih baik dan kompleks. Mereka juga sudah dapat memilih olahraga yang ingin dimainkan.

Meski begitu, olahraga bagi mereka masih perlu mengutamakan gerakan dasar dan gerakan transisi dengan intensitas yang ringan.

Mereka bisa mulai diperkenalkan dan dilibatkan pada olahraga permainan dan olahraga kontak. Mereka bisa berolahraga minimal 60 menit setiap harinya.

Dr. dr. Ermita juga menambahkan, apabila tidak bisa berolahraga di luar rumah, Anda dan anak-anak tetap bisa bermain di dalam rumah.

Baca Juga : Tips Memilih Kereta Bayi Yang Aman Dan Nyaman

Apalagi jika rumah cukup luas sehingga ada tempat untuk berlari atau melompat. Yang paling penting adalah kegiatan aktif yang Anda lakukan bersama anak-anak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.