Istilah Difabel dan Disabilitas Itu Ternyata Beda Lho!

  • Whatsapp
arti disabilitas
arti disabilitas

Tidak ada manusia yang ingin dilahirkan dengan kekurangan tubuh baik secara psikis atau fisik.

Tetapi, kendati Tuhan telah menentukan takdirnya maka kita sebagai manusia harus rela dan ikhlas menerima.

Kekurangan fisik atau psikis saat ini lebih dikenal erat dengan sebutan difabel atau disabilitas. Jika jaman dahulu memakai istilah cacat tubuh akan terasa kasar dan kurang menghormati saja maka saat ini dikenalkan dengan kedua istilah tersebut.

Arti Difabel

Merupakan sebuah kondisi seseorang mengalami kelainan fisik seperti tuna netra, tuna rungu, cacat tubuh dan sejenisnya. Untuk istilah ini cenderung masih sering dipakai bagi mereka yang berkebutuhan fisik khusus. Tetapi, secara mental mereka masih bisa layak berkomunikasi seperti orang normal lainnya. Intinya, mereka bisa mengikuti segala pergaulan di masyarakat tetapi punya keterbatasan fisik sehingga kesulitan dalam gerakan.

Keterbatasan fisik seseorang masih bisa diatasi dengan alat bantu sehingga mereka tidak minder ketika masuk ke dalam lingkungan masyarakat umum.

Arti Disabilitas

Merupakan sebuah kondisi seseorang dimana mengalami kelainan fisik dan psikis sehingga perlu penanganan lebih serius. Istilah arti disabilitas lebih lengkap atau umum dalam menunjukkan keadaan seseorang. Jika disabilitas ini bisa mencakup kekurangan fisik dan psikis namun jika difabel hanya dipakai dalam cakupan lebih sempit yakni kekurangan fisik saja.

Nah, untuk disabilitas ini dibagi menjadi:

Fisik

Kelainan pada fisik seperti tidak bisa berjalan tegap, tuna rungu, tuna netra, tuna wicara, stroke, kaki lemah dan sebagainya. Kekurangan ini bisa dibantu dengan obat atau alat agar penderita lebih percaya diri.

Intelektual

Penyakitnya seperti down syndrome, mikrosefali, makrosefali dan sejenisnya. Untuk pengobatannya tidak mungkin dilakukan secara sempurna karena sudah bawaan dari semenjak di dalam perut ibu hamil. Hanya saja mereka bisa dijalurkan latihan logika untuk merangsang kelebihan yang dimiliki.

Mental

Mental atau jiwa penderita biasanya abnormal seperti demensia, skizofrenia, halusinasi, bipolar. Mereka akan bertingkah frontal, penuh emosi secara tidak sadar ada yang seolah mengendalikan syaraf emosi mereka karena trauma masa lalu dan memendam terlalu lama.

Sensori

Hampir sama dengan disabilitas fisik namun cenderung kelainan di bagian sel-sel tubuh. Sel tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Contohnya, penyakit gagu yang tidak bisa mengutarakan kalimat dengan jelas.

Apa yang Mesti Kita Lakukan dengan Mereka?

Mereka para penysahabatng difabel atau disabilitas sangat anti dengan perasaan kasihan, kondisi yang mereka alami sebenarnya sudah cukup menekan batin. Kita sebaiknya jaga bicara dan usahakan untuk berperilaku wajar dengan mereka layaknya seperti orang umum. Apabila sahabat menemukan seorang disabilitas mental sebaiknya mengalah dan berusaha menjadi pendengar yang baik. Mereka lebih nyaman terhadap seorang teman yang selalu mau mendengarkan keluhan. Mereka memang berbeda, kita yang sempurna tidak ada salahnya jika berteman dengan para difabel atau disabilitas sebagaimana menjadi motivasi.

Setiap kelemahan mereka sebenarnya tersembunyi kelebihan yang istimewa, kelebihan yang tidak kita punyai. Banyak dari mereka yang berprestasi lebih daripada kita lho.

Lebih baik kita gunakan istilah di atas dalam menyebut kekurangan yang mereka miliki karena lebih sopan daripada sahabat menyebut dengan istilah cacat tubuh. Mereka lebih nyaman dengan istilah difabel atau disabilitas. Kita perlu merangkul mereka agar tidak terkotak-kotak berbeda dalam lingkungan karena sejatinya mereka punya hak yang sama dalam pergaulan. Jelas ya, perbedaan keduanya?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *