in ,

Mengenal 7 Jenis Sapi Potong di Indonesia Yang Wajib Anda Tahu

Dalam budidaya sapi potong dikenal istilah penggemukan sapi, yang mempunyai arti memelihara sapi-sapi jenis tertentu untuk dibesarkan dan juga digemukkan dengan tujuan peningkatan berat badan. Misal pada saat pembelian, sapi masih dalam keadaan kurus.

Kemudian sapi dipelihara dan diberi berbagai pakan ternak yang bergizi tinggi dengan tujuan agar berat badan segera meningkat.

Cara pembudidayaan yang seperti ini sangat efektif bila dibandingkan pemeliharaan dari kecil hingga sapi menjadi tua dan beranak. Dari segi pakan tentu saja juga relatif lebih sedikit.

Perawatan kesehatan dan biaya penanganan penyakit sapi tentunya akan menjadi lebih murah karena sapi hanya dipelihara sekitar 3- 5 bulan saja

Sebelum melangkah lebih jauh dalam menentukan pola seperti apa yang akan diterapkan dalam budidaya sapi, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui apa saja jenis sapi itu. Hal ini merupakan sebuah pengetahuan dasar yang memiliki arti penting dalam keuksesan beternak sapi.

Untuk sapi jenis tertentu memang ada yang memiliki tingkat perkembangan yang cepat dibandingkan sapi lainnya. Nah, apa saja jenis sapi potong tersebut ? .

1. Sapi Bali

Sapi Bali

Adapun salah satu cirinya adalah berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat bagian belakang, serta punggungnya bergaris warna hitam garis -garis. Sapi ini memiliki keunggulan dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru

Baca Juga  Penasaran Inilah Jenis Ikan Arwana Termahal di Dunia

2. Sapi Brahman

Sapi Brahman

Adapun cirinya berwarna coklat hingga coklat tua yang pekat, dengan warna putih pada bagian kepala atasnya. Memilki daya pertumbuhannya yang cepat sehingga, menjadi primadona budidaya sapi potong di Indonesia.

3. Sapi Ongole

Sapi Ongole

Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuhnya yang besar, bergelambir dan berpunuk di bagian punggungnya, dan daya adaptasinya baik dengan lingkungan sekitarnya. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura dan keturunannya disebut Peranakan Ongole atau biasa disebut PO. Memilki ciri-ciri sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

4. Sapi Madura

Sapi Madura

Mempunyai ciri berpunuk pada bagian punggungnya, berwarna kuning hingga merah bata sampai kecoklatan muda, terkadang terdapat warna putih pada moncong dan ekor serta kaki bawah. Namun biasanya jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

5. Sapi Limousin

Sapi Limousin

Memilki ciri-ciri berwarna hitam dan bervariasi dengan warna merah bata dan putih pada badannya, lalu terdapat warna putih pada moncong kepalanya dan memiliki tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik dan bagus.

6. Sapi Perah

Sapi Perah

Sapi perah adalah jenis sapi yang secara khusus menghasilkan air susu lebih banyak dibandingkan jenis sapi lainnya. Untuk sapi ini mempunyai ciri berwarna putih dengan belang hitam. Sangat cocok dibudidayakan didaerah beriklim dingin dengan supply air yang berlimpah.

Baca Juga  4 Penyebab Kucing Tidak Mau Makan

7. Sapi Simental

Sapi Simental

Merupakan jenis ternak sapi yang populer dan dikenal sebagai pedagingnya sapi. Sapi simental mempunyai kecepatan pertumbuhan diatas sapi-sapi lokal seperti PO. Dengan pemberian pakan yang seimbang serta gizi yang memadai, maka pertumbuhan sapi simental akan cepat.

Baca Juga : Cara Mengusir Tokek dari Rumah Anda Supaya Tidak Ada

Adapun Tata Laksana Pemeliharaan secara umum, yakni harus memiliki kandang dengan dua tipe. Yang pertama yaitu individu dan satunya adalah kelompok.

Pada kandang kelompok bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang secara bersama-sama. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada sapi yang kondisi tubuhnya lebih lemah karena lebih banyak mendapatkan pakan.

Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi potong termasuk golongan ruminansia yang memilki urutan proses pencernaan dalam tiga tahapan, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah, lalu secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan sapi potong dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama sampai bertahun-tahun.

Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat, seperti ampas bir, tahu, bekatul, tebu, kulit biji kedelai dan kulit nenas seperti pada buatan pabrik pakan.

Baca Juga  Cara Merawat Bayi Kelinci Baru Lahir Sampai Dewasa

Sebaiknya konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen sehingga ketika pakan hijauan masuk, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Denan pakan yang bergizi tinggi, maka sapi potong akan lebih cepat mencapai berat yang diharapkan.terus saksikan artikel menarik hanya di mandirisaja.com yang akan update terus terusan.

What do you think?

-1 points
Upvote Downvote

Written by Mandirisaja

Mandirisaja.com mencoba memberikan hal yang bermamfaat bagi penikmat pembaca artikel karena semakin banyak membaca ! ilmu pengetahuan otomatis semakin bertambah.

" Kasih saya masukan dan comentar yang bersifat positive"

ASI di Awal Kelahiran Bisa Selamatkan Bayi

ASI di Awal Kelahiran Bisa Selamatkan Bayi

Conversation

Beberapa Bahasa yang Bisa Kamu Gunakan Saat Conversation Dengan Teman Agar Terlihat Keren