Redakan Gejala Penyakit Kudis dengan 6 Bahan Alami Ini!

  • Whatsapp
penyakit kudis

Gatal-gatal yang disebabkan penyakit kudis atau scabies pastinya bakal mengganggu kegiatan sehari-hari. Adalah tungau Sarcoptes scabie yang menjadi biang keladi dari penyakit kulit menular tersebut. Sahabat yang terserang kudis biasanya bakal kesulitan tidur, karena reaksi alerginya semakin parah di malam hari.

Lantas, bagaimana kudis bisa menyerang manusia? Adakah pengobatan yang dapat diterapkan sendiri di rumah?

Penyebab dan gejala kudis

Sejauh ini ada dua jenis kudis yang kerap dijumpai, antara lain kudis biasa dan kudis berkusta (Norwegian scabies). Tungau betina Sarcoptes scabiei yang masuk ke dalam kulit Sahabat akan bertelur dan menetaskan larva tungau yang berkembang di permukaan kulit. Mereka yang lantas memicu penyakit kudis pada manusia.

Penularan kudis dapat terjadi melalui kontak dengan penderita atau benda-benda yang digunakan orang yang terinfeksi. Maka dari itu, Sahabat dilarang memakai barang-barang pasien untuk menekan resikonya. Adapun gejala-gejala yang patut diwaspadai, antara lain:

  • Gatal. Gejala ini adalah yang paling umum dirasakan penderita kudis. Sensasinya bisa semakin dahsyat kalau Sahabat terkena kudis berkusta atau kudis api;
  • Ruam. Ruam yang disebabkan kudis biasanya berbentuk benjolan keras dengan garis membentuk terowongan. Tak sedikit orang yang menduganya sebagai gejala eksim;
  • Luka. Penderita yang terserang penyakit kudis kadang tak sadar menggaruk kulit hingga menyebabkan luka. Jangan biarkan luka tak ditangani, karena akan menyebabkan sepsis;
  • Kerak tebal pada kulit. Gejala yang satu ini hanya dialami pada kudis berkusta. Kulit kepala, punggung, dan kaki adalah bagian-bagian tubuh yang kerap tertutupi kerak.

Bahan alami untuk mengatasi kudis

Jangan panik atau cemas kalau Sahabat terserang kudis. Pasalnya, ada sejumlah bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk menangani penyakit kulit tersebut sebelum semakin parah, di antaranya:

  1. Minyak pohon teh. Dikenal dengan nama Latin Melaleuca Alternifolia, tanaman herbal ini umum dipakai untuk menangani gigitan serangga hingga infeksi pada kulit. Minyak pohon teh memiliki kandungan antibakteri, anti-inflamasi, dan acaricidal untuk menumpas tungau;
  2. Lidah buaya. Bukan cuma untuk kesehatan kulit dan wajah, lidah buaya ternyata berguna juga untuk meredakan penyakit kudis, Sahabat. Pasalnya tanaman ini mengandung zat yang performanya sama efektif dengan benzyl benzoate untuk menangani penyakit kulit ini;
  3. Cabai rawit. Sahabat suka membuat sambal dengan cabai rawit? Ternyata tanaman perdu ini ampuh juga dalam meredakan sensasi gatal dan nyeri akibat kudis. Namun, Sahabat harus hati-hati saat mengaplikasikannya supaya kulit tidak ‘terbakar’;
  4. Kunyit. Bukan rahasia lagi kalau kunyit berkhasiat buat kesehatan. Namun, tahukah Sahabat kalau rempah yang satu ini efektif dipakai untuk meredakan gejala kudis? Jadi Sahabat yang merasakan ada tanda penyakit kudis bisa segera mengaplikasikan kunyit sebelum parah;
  5. Minyak cengkeh. Sebuah studi yang dilakukan Cielo Pasay, dkk. mengungkapkan bahwa minyak cengkeh sanggup mengatasi kudis pada sekelompok kelinci. Walau membutuhkan studi lanjutan, tak menutup kemungkinan bahan alami ini bakal jadi obat pengentas kudis;
  6. Daun mimba. Daun mimba sudah lama digunakan sebagai bahan baku krim dan salep. Sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan anti analgesik pada daun ini dianggap bisa membunuh tungau penyebab kudis tanpa menimbulkan efek sanggup.

Apabila gejala tak kunjung mereda atau semakin parah setelah memakai bahan-bahan alami di atas, Sahabat harus segera memeriksakan diri ke dokter supaya penyakit kudis mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *